Resume Materi PKKMB UNUSA - Hari Kedua

 


Hari kedua PKKMB UNUSA 2025 dibuka dengan pengenalan bem fakuktas dan dilanjutkan pemaparan materi, pada kali ini dihadiri oleh berbagai tokoh, pakar, dan praktisi. Tujuannya untuk membekali mahasiswa baru dengan wawasan tentang dunia perguruan tinggi di era digital, integritas anti korupsi, nilai Aswaja, serta pentingnya budaya K3L menuju Indonesia Emas. Selain itu terdapat penayangan video dari berbagai UKM yang ada di UNUSA.

Materi 1

Tema: Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri

Pemateri: Ainun Najib

Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri 4.0 mengalami transformasi besar dalam fungsi, metode pengajaran, serta interaksi dengan mahasiswa dan masyarakat. Perubahan ini mencakup berbagai aspek penting.

  1. Pembelajaran digital dan online semakin berkembang melalui penggunaan platform e-learning, Massive Open Online Courses (MOOC), dan webinar. Hal ini memungkinkan mahasiswa mengakses pendidikan secara lebih luas, fleksibel, dan inklusif, karena mereka dapat belajar kapan saja dan di mana saja.
  2. Kurikulum berbasis teknologi menjadi kebutuhan utama. Perguruan tinggi mengintegrasikan teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT), sekaligus mengembangkan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0.
  3. Dalam menghadapi revolusi industri 4.0, kurikulum disesuaikan untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan otomasi, robotika, dan analitik data. Selain keterampilan teknis, penguasaan soft skills seperti kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah juga menjadi prioritas.
  4. nfrastruktur digital kampus terus ditingkatkan, meliputi jaringan internet berkecepatan tinggi, laboratorium virtual, serta perangkat lunak kolaboratif. Kehadiran kampus digital mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan kegiatan akademik lainnya.
  5. Perguruan tinggi menjalin kolaborasi dan kemitraan global dengan institusi internasional, perusahaan teknologi, maupun startup. Bentuk kerja sama ini mencakup inovasi, riset bersama, serta program pertukaran mahasiswa dan dosen, baik secara fisik maupun virtual.
  6. Penerapan pengukuran dan evaluasi berbasis data melalui Learning Analytics membantu memantau perkembangan mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) semakin diperkuat dalam pengelolaan institusi.
  7. Perguruan tinggi berperan sebagai pusat inovasi dan penggerak revolusi industri, tidak hanya melalui pengajaran, tetapi juga lewat riset terapan, pengembangan startup, serta inkubator bisnis berbasis teknologi.

Secara keseluruhan, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri dituntut untuk adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan. Dengan demikian, perguruan tinggi mampu mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan global di masa depan.


Materi 2

Tema: Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

Pemateri: Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. (Wakil Ketua KPK 2019–2024)

Materi yang disampaikan oleh Dr. Nurul Gufron, S.H., M.H. menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun bangsa yang berintegritas dan bebas dari korupsi. Korupsi di Indonesia masih sangat memprihatinkan karena terjadi hampir di semua sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hukum, pajak, hingga pembangunan infrastruktur. Dampaknya pun luas, seperti rusaknya fasilitas umum, tidak meratanya akses pendidikan dan kesehatan, merosotnya kualitas demokrasi akibat money politics, serta hukum yang bisa diperjualbelikan. Korupsi juga menyebabkan kerusakan lingkungan, pasar yang tidak efisien, bahkan melahirkan tindak pidana lain seperti pencucian uang.

Bentuk-bentuk korupsi beragam, antara lain suap, gratifikasi, pemerasan, perbuatan curang dalam pengadaan barang/jasa, konflik kepentingan, hingga menghalangi proses hukum. Fenomena ini tidak hanya terjadi di pusat pemerintahan, tetapi juga merata di daerah, dan melibatkan berbagai kalangan tanpa memandang agama atau profesi. Karena itu, penanggulangan korupsi tidak cukup dengan penindakan hukum saja, melainkan harus melalui edukasi dan pembentukan karakter sejak dini, termasuk di kalangan mahasiswa.

Generasi muda, khususnya mahasiswa, harus menjauhi perilaku tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencontek, titip absen, plagiat, atau memberikan gratifikasi kepada dosen, karena hal-hal kecil tersebut bisa menjadi cikal bakal perilaku koruptif di masa depan. Menuntut ilmu harus dilandasi niat ibadah, bukan semata-mata mengejar IPK atau pekerjaan, melainkan untuk mengabdi kepada Tuhan dan masyarakat. Dalam membangun integritas, ada sembilan nilai utama anti korupsi yang perlu dipegang teguh, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, adil, berani, sederhana, dan kerja keras, dengan kejujuran sebagai inti utamanya.

Bangsa Indonesia sesungguhnya tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang yang jujur dan berintegritas. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran dan pengabdian. Dengan orientasi hidup yang benar, yakni menjadikan ilmu sebagai jalan menuju ridha Allah dan pengabdian kepada sesama, maka masa depan Indonesia akan lebih cerah dan terbebas dari belenggu korupsi.

Materi 3

Tema: Mencetak Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah

Pemateri: KH. Ma’ruf Khozin (PWNU Jatim)

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus tradisi keilmuan dan keagamaan Aswaja An-Nahdliyah. Paham ini menekankan keseimbangan (tawazun), moderasi (tawassuth), toleransi (tasamuh), serta kemaslahatan (ishlah), yang berpijak pada Al-Qur’an, Hadis, ijma’, dan qiyas. Dengan landasan tersebut, mahasiswa UNUSA dididik untuk memahami khazanah keilmuan klasik NU, menolak radikalisme, dan menjadi pelopor penyebaran Islam rahmatan lil ‘alamin.

Peran penting mahasiswa UNUSA tercermin dalam tiga aspek utama: menjaga tradisi keilmuan melalui kajian kitab, menjadi agen moderasi beragama dengan mendorong dialog lintas agama dan budaya, serta pejuang kemaslahatan sosial melalui pemberdayaan masyarakat dan advokasi isu kemanusiaan. Selain itu, mereka juga diarahkan untuk menjadi inovator yang mampu mengadaptasi nilai-nilai Aswaja di era modern, termasuk menghadapi tantangan digital seperti hoaks dan radikalisme online, serta melestarikan budaya lokal sebagai sarana dakwah kebudayaan NU.

Implementasi peran tersebut tampak dalam kurikulum wajib seperti mata kuliah Aswaja dan Ke-NU-an, kegiatan kemahasiswaan berupa majelis taklim, organisasi seperti PMII, IPNU, dan IPPNU, hingga keterlibatan aktif dalam program sosial NU. Melalui hal ini, mahasiswa UNUSA diharapkan tidak hanya menjadi penuntut ilmu, tetapi juga kader peradaban yang mampu menginternalisasi nilai Aswaja An-Nahdliyah, menjaga identitas di tengah arus globalisasi, serta mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan zaman.

Reverensi: Live Youtube PKKMB 2025 - Hari Kedua

Lihat juga blog teman saya: PKKMB UNUSA 2025 - Hari Kedua

universitas: https://unusa.ac.id

fakuktas: fkes.unusa.ac.id

Media Sosial UNUSA

- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb

- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/

- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official

- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en

- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Materi PKKMB UNUSA - Hari Pertama

Kemerdekaan di Desa Wedoro