Resume Materi PKKMB UNUSA - Hari Pertama
Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tahun 2025 dilaksanakan secara daring bagi seluruh peserta, mengingat adanya kondisi yang kurang kondusif di Surabaya pada masa demokrasi. Rangkaian acara diawali dengan presensi mahasiswa baru, dilanjutkan dengan pemutaran video profil UNUSA. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, serta Hymne UNUSA. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hanif Ahmad Insantama (S1 Pendidikan Dokter).
Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, memberikan sambutan dan berpesan bahwa "Dikampus harus aktif tidak boleh lalai, harus mempunyai kemampuan menghargai orang dan harus belajar menghargai perbedaan, kalian ini akan belajar di kampus yang mencintai dengan tulus dan sepenuh hati cinta kepada tanah air, kampus unusa meyakini mencintai negeri sebagian dari iman yang mempersiapkan generasi rahmatan lil alamin, pemimpin yang berakhlak yang menjunjung tinggi etika dan moralitas dan yang menolak anti kebohongan, korupsi, teroris, anti suka pamer kemewahan serta pemimpin yang berwawasan global". Setelah memberikan sambutan beliau membuka resmi PKKMB 2025 ini.
Selanjutnya ditampilkan sambutan dari Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, beliau mengatakan " Mahasiswa baru adalah bagian penting tidak hanya lulus kuliah saja tapi menjadi transformasi baru dan harus berdampak, kunci dari semua adalah mahasiswa yang mandiri, pendidikan pengabdian, dan bekali yang sangat penting yaitu literasi pendidikan, digital, teknologi, dll. Kalian semua adalah generasi yang menjaga pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang harus diamalkan dan diimplememtasikan dalam kehidupan sehari hari. Mari bermimpi besar menjadi mahasiswa berdampak untuk menuju generasi emas". Setelah itu dilanjutkan penyematan name tag mahasiswa baru oleh Rektor, persembahan flash mob dari BEM, serta doa penutup oleh Wakil Rektor 2 UNUSA, Ir. Muhamma7d Faqih, M.A., Ph.D.
Materi 1
Tema: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pemateri: Prof. Yudi Latif, M.A., Ph.D.
Moderator: Iis Noventi, S.Kep., Ns., M.Kep
Warga negara memiliki peran penting dalam membela negara dan menghadapi setiap ancaman yang datang. Upaya ini harus diawali dengan membangun karakter manusia Indonesia agar berkembang dengan baik, sehingga mampu bersaing dan terpandang di kancah global, serta dapat hidup berdampingan.
Pancasila sebagai dasar negara, melalui lima silanya, mampu menggambarkan keberagaman bangsa Indonesia. Kita patut menyadari bahwa Indonesia memiliki lebih dari 300 suku dengan budaya dan tradisi yang berbeda, bahkan masih ada masyarakat yang hidup dengan cara sederhana, seperti di atas pohon. Fakta ini mengingatkan kita akan pentingnya menemukan titik temu untuk menyatukan keberagaman tersebut.
manusia adalah makhluk sosial yang ingin mengembangkan nilai pergaulan, manusia saat bertemu yang berbeda selalu berprasangka, namun bersyukur manusia memiliki pikiran yang tidak sama hewan yang semua prasangka dapat kita kenali, maka dari itu ada pribahasa tak kenal maka tak sayang oleh karena itu, mengenal perbedaan justru membuka jalan menuju saling menghargai dan memahami.
Dalam kehidupan berbangsa, kesetaraan menjadi kunci—baik dalam hal akses pendidikan, kesempatan politik, maupun ruang sosial lainnya. Jangan sampai kekuasaan hanya dikuasai oleh segelintir golongan, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan ledakan sosial. Membangun bangsa bukan hanya tugas aparat kepolisian dan TNI, tetapi merupakan kelanjutan dari perjuangan panjang para pendahulu.
Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:
- Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.
- Latihan Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.
- Kampanye Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
Tujuan Bela Negara
- Melindungi Negara: Dari ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara.
- Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa: Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
- Meningkatkan Ketahanan Nasional: Dengan meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara dan menghadapi ancaman.
Materi 2
Tema: Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa
Pemateri: Erisandy Yudhistira (Priority Banking Manager Bank Mandiri)
Moderator: Mursyidul Ibad, S.K.M., M.Kes.
Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Keterampilan dasar yang sangat penting bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari maupun mempersiapkan masa depan. Dengan literasi keuangan yang baik, mahasiswa dapat mengelola uang saku, beasiswa, maupun penghasilan secara bijak, sehingga terhindar dari utang konsumtif, mampu memenuhi kebutuhan dasar, serta mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi.
Penguatan literasi keuangan juga berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan mahasiswa. Dari sisi finansial, mahasiswa lebih siap menghadapi biaya tak terduga dan memiliki pondasi ekonomi yang lebih stabil. Dari sisi akademik, tekanan akibat masalah keuangan dapat berkurang sehingga konsentrasi belajar meningkat dan prestasi akademik lebih optimal. Dari sisi mental dan emosional, mahasiswa akan lebih percaya diri, tidak mudah cemas, dan memiliki kontrol yang lebih baik terhadap kehidupannya. Sementara dari sisi masa depan, mahasiswa dapat memulai karier dengan kesiapan finansial yang kuat, memiliki rencana jangka panjang yang jelas, dan berpotensi menjadi individu yang mandiri serta berdaya saing tinggi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan mahasiswa itu sendiri. Perguruan tinggi dapat berperan melalui integrasi literasi keuangan dalam kurikulum, penyelenggaraan seminar dan workshop, serta penyediaan layanan konseling keuangan. Komunitas mahasiswa dapat memperkuat peran dengan membentuk klub literasi keuangan, mengadakan diskusi, atau berbagi pengalaman nyata. Di sisi lain, mahasiswa perlu proaktif mencari informasi, menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan pola pikir bahwa pengelolaan keuangan merupakan investasi jangka panjang.
Meskipun terdapat tantangan, seperti minat mahasiswa yang rendah, keterbatasan sumber daya, atau kesulitan menerapkan teori ke dalam praktik, hambatan tersebut dapat diatasi melalui pendekatan yang menarik, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta penyediaan ruang diskusi yang aman dan aplikatif.
Dengan demikian, penguatan literasi keuangan bukan hanya sebatas pengetahuan tambahan, melainkan merupakan strategi penting untuk mencetak generasi muda yang cerdas secara akademis sekaligus cerdas finansial. Hal ini menjadi kunci tercapainya kesejahteraan holistik mahasiswa baik dari aspek finansial, akademik, mental, maupun masa depan serta melahirkan lulusan yang tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Materi 3
Tema: Sistem Pendidikan Tinggi di Unusa
Pemateri: Prof. Kacung Marijan, Drs.,MA.,Ph.D - Wakil Rektor 1 UNUSA
Moderator: Ratna Yunita Sari! S.Kep.Ns.,M.Tr.Kep
UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.
Visi & Misi: Umumnya fokus pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).
Status: Terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA mengikuti kerangka standar nasional Indonesia (SKS, SN-DIKTI, KKNI, BAN-PT) namun memiliki keunikan dalam integrasi nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an ke dalam kurikulum, lingkungan kampus, dan pengembangan karakter mahasiswa. UNUSA menawarkan berbagai program studi, dengan keunggulan khusus di bidang kesehatan dan keagamaan, didukung oleh fasilitas yang memadai dan komitmen terhadap penjaminan mutu. Sistem penerimaan mahasiswa beragam dengan kemudahan biaya melalui beasiswa.
Reverensi: Live Youtube PKKMB UNUSA 2025
Lihat juga blog teman saya: PKKMB UNUSA 2025 - Hari Pertama
universitas: https://unusa.ac.id
fakuktas: fkes.unusa.ac.id
Media Sosial UNUSA
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar
Posting Komentar